23Dec

RAHASIA BERTAHAN DI DUNIA KERJA: BUKAN STATUS, TAPI KEMAMPUANMU!

Di dunia kerja saat ini, mungkin kita masih menganggap status pegawai tetap sebagai tujuan utama. Status tersebut memang terlihat menjanjikan rasa aman, namun kenyataannya tidak selalu menjamin keberlangsungan karier.Jika kita hanya terpaku pada status, kita akan lupa pada hal yang sebenarnya jauh lebih pentinng, yaitu kemampuan bagaimana agar kita tetap dibutuhkan dan tetap bekerja, apa pun statusnya.
Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan agar kita mampu bertahan dan berkembang di dunia kerja;

  1. MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS.

Meningkatkan produktivitas dapat ditunjukkan dengan mengatur skala prioritas, menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, serta fokus pada kontribusi nyata di tempat kerja. Produktivitas bukan siapa yang bekerja lebih lama, tetapi siapa yang dapat bekerja dengan lebih efektif.

  1. MEMPERBAIKI KOMUNIKASI.

Saat bekerja, kita perlu menyesuaikan gaya komunikasi baik dengan rekan kerja maupun atasan. Amati cara komunikasi lawan bicara dan berikan umpan balik secara tepat sesuai dengan informasi yang sedang dibutuhkan. Hal tersebut akan membantu kita dalam meningkatkan efektivitas berkomunikasi.

  1. MENCIPTAKAN SUASANA HARMONIS.

Di tengah keseriusan bekerja suasana  kerja yang harmonis juga sangat diperlukan, hal itu dapat kita ciptakan dengan menunjukkan sikap saling menghargai, bekerja sama, dan menghindari konflik yang tidak perlu di tempat kerja. Suasana yang harmonis akan membantu membangun tim yang solid dan saling mendukung.

  1. MENJAGA MOTIVASI KERJA.

Sebagai pekerja, kita pasti akan menghadapi berbagai kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan. Namun, semangat kerja tidak boleh hilang dan setiap kesulitan tidak seharusnya dianggap sebagai beban. Apabila kita masih berpikir bahwa bekerja adalah beban, maka motivasi kerja tidak akan tumbuh dalam diri kita.

  1. MEMPELAJARI HAL BARU.

Di dunia kerja yang terus berkembang, kemampuan yang kita miliki hari ini mungkin saja tidak sesuai untuk pekerjaan di masa depan. Maka dari itu kita perlu memperbaharui pengetahuan dengan mempelajari hal-hal yang baru, baik itu teknis maupun nonteknis. Mempelajari hal baru akan membuat kita tetap relevan dan memiliki nilai lebih.

  1. MEMBANGUN MENTAL TANGGUH.

Mental yang tangguh akan membantu kita menghadapi kritik, kegagalan, dan tekanan kerja dengan lebih dewasa. Kemampuan mengelola emosi, belajar dari kesalahan, dan tetap fokus pada solusi akan membuat kita lebih siap bertahan dan berkembang di dunia kerja.

Bertahan dan berkembang di dunia kerja tidak ditentukan oleh status, melainkan oleh kemampuan dan sikap yang kita bangun. Fokuslah pada bagaimana caranya agar kita tetap dibutuhkan di dunia kerja, karena saat kita fokus pada pengembangan diri dan kontribusi nyata, maka keberlangsungan karier akan terjaga apa pun status yang kita miliki.

 

Referensi.

https://thinkmedia.co.id/7tips/
https://www.gramedia.com/best-seller/skill-yang-harus-dimiliki-agar-sukses-di-dunia-kerja-apa-saja-tipsnya/
https://garudea.com/blog/blog-1/10-cara-meningkatkan-produktivitas-kerja-11
https://bcomms.telkomuniversity.ac.id/cara-meningkatkan-ilmu-komunikasi-efektif-di-tempat-kerja-tips-praktis-untuk-profesional/
https://www.gramedia.com/literasi/contoh-perilaku-harmonis/
https://www.talenta.co/blog/tips-menumbuhkan-menjaga-motivasi-kerja-karyawan/
https://www.kpiconsultancy.com/id/the-importance-of-mental-toughness-in-your-workforce/

22Sep

Kamu Jago Jualan? Fix Kamu Yang Paling Dicari

#RekanMitraKerja, tahukah kamu? dalam dunia kerja yang penuh persaingan, terdapat satu keterampilan yang tak lekang oleh waktu dan selalu dicari oleh banyak perusahaan hingga saat ini, yaitu keterampilan menjual. Apabila kamu memiliki kemampuan berjualan yang sangat baik, jangan heran kalau kamu akan menjadi aset berharga bagi suatu perusahaan.

Dalam tulisan ini kamu akan menemukan alasan mengapa kamu menjadi orang yang paling dicari.

1. Memiliki skill komunikasi yang baik.

Apa pun jenis bisnisnya, baik teknologi, makanan, jasa, atau produk harian, semuanya membutuhkan penjualan. Penjualan tanpa komunikasi yang baik akan sulit berhasil, karena pelanggan bukan hanya membeli produk, tetapi juga percaya pada cara kita memahami dan menyampaikan produk dengan baik.

2. Tidak sekedar menawarkan produk.

Banyak orang mengira bahwa menjual hanyalah urusan bicara dan menutup transaksi. Padahal, inti dari jualan adalah bagaimana kita mampu mendengar, memahami, dan memberikan solusi. Seseorang dengan keahlian pemasaran yang baik sudah pasti tahu cara menganalisa, membaca situasi, menggali kebutuhan pelanggan, hingga menciptakan nilai tambah yang membuat orang lain rela untuk membeli.

3. Menyadari pentingnya sebuah kepercayaan.

Menjadi penjual bukan hanya tentang menghasilkan keuntungan, tetapi juga membangun kepercayaan jangka panjang. Seorang penjual yang hebat mampu menjalin relasi, menciptakan loyalitas, dan membuat pelanggan untuk kembali lagi. Dalam era persaingan bisnis saat ini, kepercayaan adalah salah satu kunci utama untuk bertahan.

Sudah tahu kan alasan mengapa kamu yang paling dicari? dalam dunia kerja, individu yang mampu menjual ide, produk, atau jasa adalah orang yang paling dicari. Jadi, kalau kamu sudah punya kemampuan berjualan yang mumpuni seperti ketiga hal diatas, jangan ragu untuk gabung menjadi bagian dari Mitra Kerja Utama.

Caranya klik menu “Lowongan Kerja” di atas, kemudian temukan posisi “Network Sales Executive” dan jangan lupa ’scan’ barcodenya…

Atau langsung saja klik tautan berikut ini -> https://mitrakerja.com/job/network-sales-executive/

Referensi:
https://salesdrive.info/effective-communication-in-sales-management/
https://www.presensi.co.id/blog/12-skill-sales-yang-harus-dimiliki-agar-penjualan-meningkat-
https://qwilr.com/blog/how-to-build-customer-trust/

13Jun

EVOLVE YOUR SKILLS: PENTINGNYA UPSKILLING DI DUNIA KERJA MODERN

Saat ini dunia kerja telah mengalami perubahan yang sangat cepat, terutama didorong oleh pesatnya perkembangan teknologi, globalisasi, dan perubahan kebutuhan pasar yang terus berinovasi. Dalam situasi seperti ini, upskilling menjadi salah satu kunci utama agar tetap relevan dan kompetitif di dunia kerja. Apa yang dimaksud dengan upskilling?

Upskilling adalah proses meningkatkan atau menambah keterampilan dan pengetahuan yang sudah dimiliki oleh #RekanMitraKerja. Tujuannya adalah agar #RekanMitraKerja dapat mengikuti perkembangan terbaru sesuai dengan tuntutan pekerjaan ataupun hal yang terkait pekerjaan.

Mengapa upskilling penting bagi #RekanMitraKerja?

1. Membantu beradaptasi terhadap teknologi baru.

Kebutuhan pelanggan yang perlu dilayani dengan cepat membuat teknologi baru muncul dan mengubah cara dalam melakukan suatu pekerjaan. Keterampilan pekerjaan yang dibutuhkan hari ini mungkin akan berbeda dengan yang dibutuhkan di masa depan. Dengan terus berlatih upskilling, #RekanMitraKerja dapat segera menyesuaikan diri dengan cepat ketika ada permintaan keterampilan yang berbeda di dunia kerja.

2. Mendorong inovasi dan kreativitas.

Perkembangan industri yang semakin modern dan dinamis menuntut pekerja untuk lebih kreatif serta inovatif dalam melakukan pekerjaan. Dengan upskilling, #RekanMitraKerja akan memperluas jaringan, membuka pola pikir, dan meningkatkan kapasitas untuk berpikir out of the box sebagai dasar dalam berinovasi di lingkungan kerja.

3. Meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

#RekanMitraKerja yang menambah keterampilan baru atau meningkatkan kompetensi yang dimiliki akan bekerja lebih cepat dan efektif. Hal itu karena pekerja yang upskilling mampu meminimalisir kesalahan, meningkatkan kualitas kerja, dan mengelola pekerjaan dengan lebih baik.

4. Membuka jenjang karir yang lebih baik.

Kompetisi di dunia kerja yang semakin ketat membuat persaingan dalam posisi karir tertentu juga semakin intensif dan beragam. Bagi #RekanMitraKerja yang rajin melakukan upskilling akan memiliki keterampilan yang up-to-date, sehingga menjadi nilai tambah di hadapan atasan dan membuka jalan untuk peluang promosi dan peran yang lebih bertanggung jawab.

Bagaimana cara melakukan Upskilling?

  • Proaktif mengikuti pelatihan atau kursus online (e-learning).
  • Memanfaatkan webinar, workshop, dan sertifikasi profesional.
  • Berdiskusi dengan mentor atau rekan kerja berpengalaman.
  • Membaca buku, artikel, atau jurnal terbaru sesuai bidang pekerjaan.
  • Mengambil proyek atau tugas baru di tempat kerja.
  • Melakukan kolaborasi dan sharing knowledge dengan praktisi di tempat kerja.

Meningkatkan keterampilan (upskilling) bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan di era kerja saat ini. Dengan terus belajar dan beradaptasi, kita tidak hanya memperkuat posisi dalam dunia kerja, tetapi juga membuka peluang untuk meraih karier yang lebih baik dan masa depan yang cerah. Evolve your skills, transform your future!

Sumber Referensi.

*https://www.gramedia.com/literasi/upskilling/
*https://www.ruangkerja.id/blog/pentingnya-upskill-reskill-untuk-meningkatkan-kualitas-karyawan/
*https://www.generali.co.id/id/healthyliving/3/wajib-tahu-ini-5-alasan-mengapa-upskilling-penting-dalam-dunia-kerja/

19Mar

NILAI – NILAI LEBARAN: MEWUJUDKAN LINGKUNGAN KERJA YANG HARMONIS DAN PRODUKTIF

Lebaran yang juga dikenal sebagai Hari Raya Idul Fitri, merupakan salah satu perayaan terbesar bagi umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Di hari yang penuh berkah ini, umat Muslim berkumpul bersama keluarga, mengunjungi saudara, teman dan tetangga untuk saling memaafkan dalam suasana kebersamaan yang penuh hangat dan sukacita.

Di tempat kerja, makna dari lebaran dapat diimplementasikan untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan produktif. Misalnya, semangat saling memaafkan dapat diterapkan dalam menyelesaikan konflik atau kesalahpahaman antar sesama pegawai di tempat kerja. Sehingga pada akhirnya, budaya saling memaafkan ini mampu meningkatkan kerjasama tim dan mengurangi ketegangan yang ada di lingkungan kerja. Selain itu, terdapat semangat saling berbagi yang muncul saat lebaran, hal itu mampu mendorong pegawai untuk menciptakan lingkungan kerja harmonis yang akhirnya dapat meningkatkan rasa memiliki dan kebanggaan terhadap tempat kerja itu sendiri.

Berikut ini adalah terapan dari nilai – nilai lebaran di dalam lingkungan kerja:

  1. Membangun kerja sama yang lebih baik.

Dalam konteks pekerjaan, memperkuat hubungan antar rekan kerja dapat meningkatkan kolaborasi tim yang baik. Misalnya, kita perlu bersikap proaktif dengan berpartisipasi  dalam acara perayaan yang diadakan di lingkungan kantor, mulai dari perayaan kecil seperti saling mengucapkan selamat lebaran, bermaaf-maafan (halal bi halal) atau memberikan makanan khas lebaran kepada rekan kerja. Dengan begitu rekan kerja dapat merasakan kebersamaan dan saling menghormati satu sama lainnya.

  1. Menghargai setiap pendapat yang ada.

Makna lebaran juga mengajarkan kita tentang pentingnya etika dalam berinteraksi dengan rekan kerja. Hal ini dapat diterapkan di lingkungan kerja dengan saling menghargai pendapat dan perbedaan sesama rekan kerja. Jika sikap saling menghargai ini diterapkan secara konsisten, maka akan terbangun budaya organisasi yang positif dan mendukung pertumbuhan profesional para pegawai dalam melaksanakan bisnis proses dari organisasi itu sendiri.

  1. Menjaga silaturahmi dengan komunikasi yang baik.

Di lingkungan kerja, makna lebaran juga dapat diterapkan melalui pertemuan rutin untuk memperkuat kekompakan tim dan komunikasi antar anggota tim. Komunikasi yang terbuka dan saling mendukung antar anggota tim akan menciptakan suasana kerja yang penuh rasa saling menghargai dan menghormati. Dengan demikian menjaga silaturahmi dan komunikasi yang baik akan membuat produktivitas kerja meningkat secara signifikan.

Penerapan nilai-nilai lebaran di lingkungan kerja yang dipenuhi semangat kebersamaan dan kehangatan, dapat memberikan dampak positif terhadap citra perusahaan, baik di mata pegawai internal maupun klien. Terapan dari makna lebaran yang dilakukan di tempat kerja juga dapat mempertahankan loyalitas pegawai, meningkatkan kinerja perusahaan, serta membuka peluang kerja sama dengan pihak eksternal. Dengan demikian, melakukan tindakan dari nilai-nilai lebaran tidak hanya menguntungkan bagi pegawai secara individu saja, tetapi juga memberikan manfaat bagi perusahaan secara keseluruhan.

 

Referensi:

*artikel web: https://pwmu.co/350510/04/10/hikmah-idul-fitri-mewujudkan-budaya-kerja-produktif

*OpenAI. (2025). ChatGPT (Versi GPT-4). https://chat.openai.com/chat