Apakah #RekanMitrakerja pernah merasa sudah interview, namun belum juga mendapat kabar kelanjutannya?
Sudah mengirimkan CV, melalui beberapa tahapan, bahkan #RekanMitrakerja merasa cocok dengan posisi yang ditawarkan. Namun, mengapa prosesnya seolah terhenti dan belum ada kepastian?
Bagi #RekanMitraKerja, situasi ini mungkin memicu rasa cemas dan penasaran.
Apakah masih dipertimbangkan?
Apakah sudah tidak lolos?
Atau sebenarnya prosesnya masih berjalan?
Sebenarnya, ada banyak hal yang perlu dilakukan oleh para rekruter sebelum memberikan keputusan kepada kandidat.
1. Setelah Tahapan Interview, Masih Ada Proses Review
Interview dengan rekruter bukan selalu menjadi tahap terakhir.
Setelah itu, masih ada proses review dan feedback dari HR klien maupun user untuk memastikan pengalaman, kemampuan, hingga ekspektasi kandidat sesuai dengan kebutuhan posisi yang dibutuhkan oleh user.
Dalam beberapa kondisi, feedback tidak dapat diberikan secara langsung karena user masih perlu berdiskusi dengan tim internal atau menyelesaikan agenda lain yang lebih mendesak.
2. Kandidat yang Diproses Tidak Hanya Satu
Dalam satu lowongan pekerjaan, terdapat banyak kandidat yang perlu disaring dan diproses ke tahapan seleksi berikutnya.
Rekruter perlu membandingkan profil dan kualifikasi kandidat secara menyeluruh bukan hanya berdasarkan siapa yang lebih dulu mengikuti interview.
Jadi, proses yang terasa lama bukan berarti kandidat lain sudah pasti diterima atau kandidat tersebut pasti tidak lolos.
3. Koordinasi Jadwal Tidak Selalu Mudah
Menyesuaikan jadwal antara kandidat dan user sering kali menjadi tantangan tersendiri.
Kandidat mungkin masih berstatus aktif bekerja dan user juga memiliki agenda atau kebutuhan internal yang harus diprioritaskan.
Akibatnya, jadwal interview dapat berubah atau perlu di-reschedule. Kondisi seperti inilah yang kerap membuat durasi seleksi lebih lama dari estimasi awal.
4. Ada Tahapan dan Persetujuan yang Harus Dilalui
Beberapa posisi membutuhkan interview lanjutan, verifikasi dokumen, pemeriksaan kesehatan (medical check up), pengajuan persetujuan ( approval) , hingga penawaran gaji (offering letter).
Setiap perusahaan memiliki alur yang berbeda. Ada proses yang bisa diselesaikan dengan cepat, sementara proses lainnya membutuhkan persetujuan dari beberapa pihak hingga level manajemen. Oleh karena itu, selesai tahapan interview belum tentu berarti kandidat bisa langsung menerima offering.
5. Kebutuhan Perusahaan Dapat Berubah
Dalam proses hiring, kebutuhan internal perusahaan dapat mengalami perubahan. Misalnya, jumlah posisi yang dibutuhkan, kualifikasi kandidat, alokasi anggaran, ataupun perubahan target waktu bergabung (onboarding). Perubahan tersebut dapat membuat proses yang sebelumnya berjalan lancar membutuhkan waktu lebih lama.
6. Belum Ada Kabar, Bukan Berarti Pasti Ditolak
Setiap perusahaan memiliki proses dan waktu rekrutmen yang berbeda. Jika belum mendapatkan kabar, jangan langsung menyimpulkan bahwa kamu tidak lolos. Namun, jangan pula berasumsi kamu sudah pasti diterima sehingga berhenti mencari peluang. Tetap tunggu informasi resmi dari rekruter dan jangan ragu melakukan follow up secara profesional jika diperlukan.
Tips Bijak Menuggu Proses Rekrutmen
Sambil menunggu kepastian hasil seleksi, ada beberapa hal yang dapat #RekanMitraKerja lakukan :
- Tetap responsif : pantau email, pesan singkat atau panggilan dari rekruter secara berkala.
- Lakukan follow up dengan sopan : Jika sudah melewati estimasi waktu yang disampaikan (misalnya 1-2 minggu) , kamu dapat menghubungi rekruter untuk menanyakan perkembangan proses secara professional.
- Lengkapi dokumen pendukung : Pastikan dokumen, portofolio atau referensi kerja sudah siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan
- Tetap membuka peluang lain: Jangan terpaku pada satu proses, tetap cari dan pertimbangkan peluang lain yang sesuai dengan minat dan kualifikasi
Untuk kamu yang sedang menunggu kabar, tetap semangat! Jangan berhenti membuka peluang baru. Setiap proses memiliki waktunya masing-masing.
Di balik waktu tunggu yang terasa panjang, ada proses koordinasi dan pertimbangan yang perlu diselesaikan untuk menemukan kecocokan antara kebutuhan perusahaan dan kandidat.
Karena dalam rekrutmen, proses yang belum selesai bukan berarti hasilnya sudah ditentukan.
Ditulis oleh Ruri Marsela

