Pola pikir adalah sekumpulan keyakinan yang membentuk atau membangun cara berpikir memahami dunia dan dirimu sendiri.
Menurut psikolog Carol Dweck, terdapat dua jenis pola pikir utama yaitu fixed mindset dan growth mindset
- Fixed Mindset (Pola Pikir Tetap) merupakan keyakinan bahwa bakat, kecerdasan, dan karakter adalah bawaan sejak lahir dan tidak dapat diubah. Individu dengan pola pikir ini cenderung menghindari tantangan, takut terhadap kegagalan, dan merasa terancam oleh keberhasilan orang lain.
- Growth Mindset (Pola Pikir Berkembang) merupakan keyakinan bahwa kemampuan dan kecerdasan dapat dikembangkan melalui usaha, dedikasi, serta proses belajar yang berkelanjutan. Kegagalan dipandang sebagai pelajaran dan tantangan sebagai peluang untuk bertumbuh dan berkembang.
Selain itu, penting untuk memahami konsep hukum resonansi atau hukum tarik menarik (law of attraction). Konsep ini menjelaskan bahwa pikiran dan energi yang dimiliki seseorang dapat mempengaruhi hasil yang diperoleh dalam hidup.
Ketika seseorang terbiasa berpikir negatif, ia cenderung merasa hasil pekerjaannya tidak akan baik. Sebaliknya pola pikir positif dapat menumbuhkan energi yang mendorong munculnya hasil yang lebih optimal. Oleh karena itu, setiap individu perlu membuat pilihan pola pikir yang tepat agar dapat memperoleh hasil terbaik
Faktor Yang Menghancurkan Pola Pikir Kesuksesan
Berdasarkan modul pelatihan penguatan karakter Strategy Developing “Core Competency” to Improve Performance and Achieve Success in Building a Career oleh Dr. Cuk Jaka Purwanggono, ST, MM, terdapat tiga faktor utama yang dapat menghancurkan pola pikir kesuksesan, yaitu sebagai berikut.
- Negative thinking. Keyakinan bahwa kemampuan diri tidak bisa diubah dan rasa takut berlebihan terhadap kegagalan atau masa depan. Sikap ini dapat membatasi kreativitas dan kemampuan dalam memecahkan masalah
- Never ending complaining. Sikap menyalahkan keadaan atau orang lain tanpa berfokus pada solusi. Kebiasaan ini menunjukkan pesimisme sebelum berusaha dan membuat individu terjebak pada masa lalu atau masalah.
- Negative information. Konsumsi berita atau informasi yang terus-menerus bernuansa negatif dapat meracuni pikiran dan menghambat motivasi untuk bergerak maju.
Kiat Ampuh Memelihara ‘Positive Mindset
- Find Positive Meaning in Every Facet of Yor Life. Setiap hari kita selalu menemui beragam peristiwa dan momen yang mewarnai hidup kita. Selalu berupayalah untuk fokus pada makna positif dari setiap momen yang ada (dan bukan sebaliknya, melulu berfokus pada sisi negatif).
- Savor Goodness and Be Grateful. Savor goodness artinya kita mencoba untuk selalu menghargai dan mensyukuri setiap momen yang melintas dalam hidup kita. Berbagai penelitian menunjukkan orang yang rajin bersyukur cenderung lebih bahagia, lebih sehat lebih produktif serta memiliki kualitas hidup yang lebih baik
- Bring Good Things to Life. Salah satu resep untuk meraih kebahagiaan hakiki ternyata sederhana : rberbuat kebaikan secara konsisten. Studi-studi ilmiah menunjukkan bahwa individu yang gemar berbuat kebaikan akan memiliki tingkat kebahagiaan dan keberhasilan hidup yang lebih tinggi.
- Connect With Nature. Berada di lingkungan alam terbuka, seperti taman, kebun, atau hutan, terbukti dapat meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan mental. Studi menunjukkan orang yang hobi berkebun cenderung lebih bahagia hidupnya, dibanding dengan individu yang hanya memiliki kebiasaan menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan atau kafe semata.
- Do Exercise Regularly. Another simple step to build success mindset. Olahraga merupakan langkah sederhana namun efektif dalam membangun pola pikir kesuksesan. Individu yang rutin berolahraga, terutama di alam terbuka, cenderung lebih bahagia, lebih tahan terhadap stres, serta lebih kreatif dalam menyelesaikan masalah.
Sumber :
https://www.psychologicalscience.org/observer/dweck-growth-mindsets, https://www.youtube.com/watch?v=KFJrF7a-03w
(Artikel ini ditulis oleh Albert Simanullang)

