21Nov

Gen Z Sering Dipecat! Apakah Media Sosial Jadi Penyebabnya?

Pemberitaan mengenai pemecatan  Gen Z di sejumlah perusahaan Amerika Serikat belakangan ini menjadi sorotan. Menurut  laporan dari Forbes and inc, sekitar 60 % perusahaan menyatakan telah memecat pegawai baru dari generasi ini.

Banyak perusahaan mengungkapkan bahwa pemecatan ini disebabkan oleh kurangnya motivasi, inisiatif,  profesionalisme serta ketrampilan berorganisasi dan komunikasi yang dinilai masih rendah. Kondisi ini turut dipengaruhi oleh pola tumbuh kembang Gen Z di masa pandemi yang membuat mereka lebih akrab dengan komunikasi berbasis teknologi dibandingkan interaksi tatap muka. Kebiasaan menggunakan pesan singkat yang dianggap kurang formal oleh generasi sebelumnya juga seringkali memicu kesalahpahaman di tempat kerja.

Fenomena inilah yang menjadi tantangan bagi perusahan di Amerika Serikat. Pegawai Gen Z yang memiliki ekspektasi tinggi terhadap pekerjaan seringkali kurang memiliki pengalaman dan kemampuan interpersonal yang memadai. Menurut pernyataan dari Holly Schroth (dosen senior Universitas California) hal ini sebagian besar dipengaruhi oleh prioritas mereka selama kuliah yang cenderung lebih fokus pada kegiatan ekstrakurikuler. Meskipun kegiatan tersebut penting untuk mengembangkan soft skill, namun kurang memberikan pengalaman praktis yang langsung dapat diterapkan di dunia kerja.

Selain itu, tekanan dari media sosial turut mempengaruhi rasa percaya diri dan inisiatif para Gen Z. Ekspektasi tinggi yang tercipta melalui media sosial dan harapan masyarakat seringkali meningkatkan kecemasan, sementara kebiasaan menggunakan media sosla secara kurang bijak dapat berdampak pada perfoma mereka di dunia kerja.

Perusahaan dapat berperan besar dengan mengambil pendekatan yang terarah dan kolaboratif. Misalnya dengan menyediakan lingkungan yang mendukung, sehingga pegawai  merasa aman untuk berkontribusi tanpa khawatir terhadap penilaian negatif. Selain itu perusahaan juga dapat memberikan pelatihan kepada pegawai baru yang berfokus pada etika kerja, ketrampilan interpersonal serta penyesuaian terhadap budaya perusahaan.

Program mentoring juga dapat menjadi langkah strategis yang melibatkan rekan kerja dan manager sebagai mentor. Melalui bimbingan ini, pegawai baru Gen Z dapat lebih mudah beradaptasi, menghadapi tantangan di tempat kerja dan menerima umpan balik secara konstruktif untuk pengembangan diri mereka.

Kolaborasi antara perusahaan dan institusi Pendidikan seperti program magang selama semester akhir, dapat mempersiapkan Gen Z untuk bekerja dengan kompeten, sekaligus mengurangi kesenjangan antara dunia pendidikan dan industri, sehingga mereka dapat lebih mudah beradaptasi di lingkungan kerja.

Selain perusahaan dan institusi pendidikan,  Gen Z juga diharapkan dapat beradaptasi serta bekerjasama dengan generasi sebelumnya di lingkungan kerja. Untuk itu, profesionalisme juga harus ditampilkan dengan cara berikut  :

  1. Tepat waktu dan bisa diandalkan
  2. Menunjukkan sikap positif dan inisiatif
  3. Menerima saran dan kritik
  4. Menggunakan media sosial dengan pantas
  5. Menghindari perbincangan politik

Dengan upaya bersama dari perusahaan, institusi pendidkan dan pegawai Gen Z sendiri, tantangan ini akan dapat diatasi. Kolaborasi lintas generasi dan lingkungan kerja yang inklusif akan menciptakan sinergi yang mendukung produktivitas, inovasi serta mengurangi risiko pemecatan.

 

Referensi :

https://www.detik.com/jabar/bisnis/d-7608399/banyak-gen-z-dipecat-dari-perusahaan-ternyata-ini-penyebabnya

https://www.viva.co.id/gaya-hidup/1763657-kenapa-generasi-z-sering-dipecat-psikolog-ungkap-3-alasan-utama-amp-solusinya

https://www.kompasiana.com/dicky.saputra/6732dd17ed641514987549a2/karyawan-gen-z-cepat-resign-apakah-ini-masalah-karakter-atau-lingkungan-kerja

08Nov

Semangat Sumpah Pemuda Memotivasi Gen Z di Dunia Kerja

#RekanMitraKerja pasti mengetahui bahwa setiap tanggal 28 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda. Pada hari bersejarah ini, pemuda dari berbagai penjuru nusantara berikrar untuk satu tanah air, satu bangsa, dan satu Bahasa Indonesia. Semangat yang diwariskan dalam Sumpah Pemuda tentunya masih relevan untuk memotivasi para generasi muda saat ini, termasuk Generasi Z, dalam berkarier di dunia kerja.

Saat ini, 61% dari total pegawai di Mitra Kerja merupakan bagian dari Generasi Z. Data ini menunjukkan bahwa Gen Z telah mendominasi posisi pekerjaan yang tersedia di PT. Mitra Kerja Utama sebagai Job Holder.

Gen Z dikenal sebagai generasi yang melek teknologi dan kreatif, karena mereka lahir di era digitalisasi dan pesatnya perkembangan informasi. Kondisi ini membawa tantangan baru bagi Gen Z di dunia kerja yang terus berkembang dan berubah. Oleh karena itu, semangat persatuan dan perjuangan yang pernah ditunjukkan oleh para pemuda pada tahun 1928 dapat menjadi inspirasi bagi Gen Z untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam menghadapinya.

Lalu bagaimana semangat Sumpah Pemuda mampu memotivasi Gen Z?

Berikut ini adalah nilai – nilai Sumpah Pemuda yang dapat mendorong Gen Z berkarir di dunia kerja:

  1. Persatuan dan Kolaborasi: Sumpah Pemuda menekankan pentingnya persatuan dalam keberagaman. Di tempat kerja, Gen Z dapat mengaplikasikan nilai ini dengan berkolaborasi lintas tim dan departemen untuk mencapai tujuan bersama.
  2. Inovasi dan Kreativitas: Seperti para pemuda Generasi X dan milenial yang berani bermimpi besar untuk perubahan yang lebih baik, Gen Z juga harus memanfaatkan keahlian teknologi untuk menciptakan inovasi yang memajukan perusahaan dan industrinya.
  3. Kepedulian Sosial: semangat Sumpah Pemuda juga mendorong Gen Z untuk memperhatikan isu-isu sosial dan lingkungan. Hal ini dapat diwujudkan dengan berpartisipasi dalam proyek-proyek sosial perusahaan atau memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.
  4. Ketahanan dan Keuletan: Perjuangan pemuda pada masa lalu mengajarkan Gen Z untuk tidak mudah menyerah. Dalam menghadapi kegagalan dan tantangan di tempat kerja, ketahanan adalah kunci untuk bangkit kembali dan mencoba hal baru.
Implementasi Semangat Sumpah Pemuda

Untuk mengimplementasikan semangat Sumpah Pemuda #RekanMitrakerja dapat melakukan hal-hal berikut ini:

  • Menyelesaikan masalah yang muncul akibat perbedaan pendapat atau kompetisi kerja dengan tetap menunjung semangat persatuan dan kesatuan.
  • Membangun jejaring profesional yang kuat dengan berbagai pihak dari latar belakang yang berbeda.
  • Memanfaatkan teknologi untuk mencari peluang baru dalam berkarier.
  • Terus belajar dan meningkatkan keterampilan sesuai perkembangan zaman.
  • Aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang memberikan dampak positif bagi komunitas dan lingkungan.

Dengan menerapkan nilai-nilai tersebut, #RekanMitraKerja, khususnya Gen Z,  diharapkan tidak hanya akan menjadi tenaga kerja yang berdedikasi dan inovatif tetapi juga menjadi pelopor perubahan untuk masa depan yang lebih baik.